Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 November 2014
KATA-KATA RENUNGAN
SETIAP KEJADIAN PASTI MENGANDUNG HIKMAH BAGI KITA
MENYERAH SEBELUM BERUSAHA = KALAH SEBELUM PERANG
JANGAN ANDA RISAU TERHADAP RIZKI YG BELUM ANDA RAIH, TAPI
RISAU-LAH TERHADAP RIZKI YG BELUM ANDA SYUKURI
SABAR + SYUKUR = TAQWA
HINDARI PERBUATAN HINA SEBELUM ANDA TERJEREMBAB KE LEMBAH KEHINAAN
IMAN + AMAL = SUKSES
Senin, 27 Oktober 2014
Adab Terhadap Guru
Di antara
adab-adab yang telah disepakati para ulama’ dalam menuntut ilmu adalah adab
murid kepada gurunya. Imam Ibnu Hazm berkata: “Para ulama bersepakat, wajibnya
memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan
khalifah, orang yang punya keutamaan dan orang yang berilmu.” (al-Adab
as-Syar’iah 1/408)
Berikut ini
beberapa adab yang selayaknya dimiliki oleh penuntut ilmu ketika menimba ilmu
kepada gurunya.
1. Memuliakan guru
Memuliakan
orang yang berilmu termasuk perkara yang dianjurkan. Sebagaimana Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُجِلَّ
كَبِيرَنَا وَيَفِ لِعَالِمِنَا»
“Bukanlah
termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang tua, tidak
menyayangi yang muda, dan tidak mengerti hak ulama kami.” (HR. Al-Bazzar
2718, Ahmad 5/323, lafadz milik Al-Bazzar. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shohih
Targhib 1/117)
Imam Nawawi rahimahullah
berkata: “Hendaklah seorang murid memperhatikan gurunya dengan pandangan
penghormatan. Hendaklah ia meyakini keahlian gurunya dibandingkan yang lain.
Karena hal itu akan menghantarkan seorang murid untuk banyak mengambil manfaat
darinya, dan lebih bisa membekas dalam hati terhadap apa yang ia dengar dari
gurunya tersebut” (Al-Majmu’ 1/84).
2. Mendo’akan kebaikan
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
وَمَنْ أَتَى إِليْكُم مَعْروفاً
فَكَافِئُوه فَإِنْ لَمْ تَجِدوا فَادْعُوا لَهُ، حَتَّى يَعلَمَ أن قَد
كَافَئْتُمُوه
“Apabila ada
yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila
kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah
mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.” (HR. Bukhori
dalam al-Adab al-Mufrod no. 216, lihat as-Shohihah 254)
Ibnu Jama’ah rahimahullah
berkata: “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan gurunya sepanjang masa.
Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah
wafat” (Tadzkirah Sami’ hal. 91).
3. Rendah diri kepada guru
Ibnu Jama’ah rahimahullah
berkata: “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada
seorang guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan.” (Tadzkirah
Sami’ hal. 88)
Sahabat Ibnu
Abbas radhiyallahu ‘anhuma dengan kemuliaan dan kedudukannya yang agung,
beliau mengambil tali kekang unta Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu
seraya berkata: “Demikianlah kita diperintah untuk berbuat baik kepada ulama.”
(As-Syifa, 2/608)
4. Mencontoh akhlaknya
Hendaklah
seorang penuntut ilmu mencontoh akhlak dan kepribadian guru. Mencontoh
kebiasaan dan ibadahnya. (Tadzkirah Sami’ hal. 86)
Imam as-Sam’ani
rahimahullah menceritakan bahwa majelis Imam Ahmad bin Hanbal dihadiri
lima ribu orang. Lima ratus orang menulis, sedangkan selainnya hanya ingin
melihat dan meniru adab dan akhlak Imam Ahmad. (Siyar AlamNubala, 11/316)
Referensi:Tadzkiratus
Sami’ Wal-Mutakallim Wal-Muta’allim oleh Badruddin Ibnu Jama’ah Al-Kinani Rahimahullah
Minggu, 26 Oktober 2014
FOKUS DAN ENERGI
Ketika kita akan menghadapi suatu pekerjaan usahakan fokus pada pekerjaan itu dan lakukan dengan sepenuh hati, kerjalah yang terbaik. DO THE BEST.
Termasuk setiap menghadapi Ulangan Harian. Fokus dalam mengerjakan segala hal termasuk energi besar. Ketika sukses akan membuat kita bersyukur dan ketika gagal kita pasti bisa bersabar.
Itulah energi terbesar dalam hidup kita, FOKUS dalam berbuat apa saja dan DO THE BEST.
Termasuk setiap menghadapi Ulangan Harian. Fokus dalam mengerjakan segala hal termasuk energi besar. Ketika sukses akan membuat kita bersyukur dan ketika gagal kita pasti bisa bersabar.
Itulah energi terbesar dalam hidup kita, FOKUS dalam berbuat apa saja dan DO THE BEST.
KEUTAMAAN SHALAT TAHAJJUD
Shalat malam atau shalat tahajud adalah amalan yang mulia. Inilah kebiasaan orang sholeh. Mereka biasa menjaga shalat malam mereka. Waktu malam mereka banyak digunakan untuk bermunajat pada Allah. Apalagi ketika mendapati sepertiga malam terakhir, mereka memperbanyak do'a kepada Allah karena mengingat keutamaan do'a mustajab kala itu. Semoga dengan mengetahui keutamaan shalat tahajud berikut ini kita semakin giat menjaganya. Allah Ta'ala berfirman,
أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آَنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا
وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآَخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي
الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو
الْأَلْبَابِ
“(Apakah kamu hai orang
musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam
dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan
mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang
yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9). Yang
dimaksud qunut dalam ayat ini bukan hanya berdiri, namun juga disertai dengan
khusu' (Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 12: 115). Salah satu maksud ayat ini,
“Apakah sama antara orang yang berdiri untuk beribadah (di waktu malam) dengan
orang yang tidak demikian?!” (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 7/166).
Jawabannya, tentu saja tidak sama.Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ
اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ
اللَّيْلِ
“Sebaik-baik puasa setelah
puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah –Muharram-. Sebaik-baik shalat
setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu
Hurairah)Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ
الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ وَمُكَفِّرَةٌ
لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ
“Hendaklah kalian
melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat malam adalah kebiasaan orang sholih sebelum
kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat
menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa' no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
hasan)Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata, "Shalat hamba di tengah malam akan menghapuskan dosa." Lalu beliau membacakan firman Allah Ta'ala,
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
"Lambung mereka jauh
dari tempat tidurnya, ..." (HR. Imam Ahmad dalam Al Fathur Robbani
18/231. Bab "تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ ")'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhu berkata, "Satu raka'at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari." (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma'arif 42 dan As Safarini dalam Ghodzaul Albaab 2: 498)
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, "Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka'at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta'ala dengan sujud dan berdiri." (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)
Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , "Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya." Al Hasan berkata, "Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta'ala-. Jadinya Allah memberikan di antara cahaya-Nya pada mereka."
Abu Sulaiman Ad Darini berkata, "Orang yang rajin shalat malam di waktu malam, mereka akan merasakan kenikmatan lebih dari orang yang begitu girang dengan hiburan yang mereka nikmati. Seandainya bukan karena nikmatnya waktu malam tersebut, aku tidak senang hidup lama di dunia." (Lihat Al Lathoif 47 dan Ghodzaul Albaab 2: 504)
Imam Ahmad berkata, "Tidak ada shalat yang lebih utama dari shalat lima waktu (shalat maktubah) selain shalat malam." (Lihat Al Mughni 2/135 dan Hasyiyah Ibnu Qosim 2/219)
Tsabit Al Banani berkata, "Saya merasakan kesulitan untuk shalat malam selama 20 tahun dan saya akhirnya menikmatinya 20 tahun setelah itu." (Lihat Lathoif Al Ma'arif 46). Jadi total beliau membiasakan shalat malam selama 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu butuh usaha, kerja keras dan kesabaran agar seseorang terbiasa mengerjakannya.
Ada yang berkata pada Ibnu Mas'ud, "Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam." Beliau lantas menjawab, "Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat." (Ghodzaul Albaab, 2/504)
Lukman berkata pada anaknya, "Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur." (Al Jaami' li Ahkamil Qur'an 1726)
Tutuplah shalat malam (tahajud) dengan shalat witir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً
“Jadikanlah akhir shalat
malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no.
751)
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
10 Keutamaan Sholat Subuh Berjama`ah
Di antara shalat-shalat yang ada,
shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting
yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten,
bahkan shalat ini terasa berat bagi orang-orang munafik.
“Shalat yang paling berat bagi orang-orang
munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh”(HR.Ahmad)
Shalat subuh berjamaah adalah tolok
ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat
shahih bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata:
“Ketika kami tidak melihat seseorang
dalam shalat subuh atau isya’, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain
selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang dengan mudah karena memang
waktunya bertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada
yang mampu konsisten menjaga shalat isya’ dan subuh secara berjamaah selain
orang beriman yang diharapkan ada kebaikan muncul darinya.
Karena hal tersebut di atas, maka
banyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di antaranya:
1. Shalat subuh adalah faktor
dilapangkannya rizkiSeorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli
dengan urusan dunia, ia tetap senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi
kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan
demi Allah untuk mencapai ini jalannya adalah dengan menaati Allah.
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat
subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya
Fathimah ra sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki
beliau, kemudian mengatakan kepadanya : “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah
rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh
dan terbitnya matahari.”
Ini bukan berarti orang yang
melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang
dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus
istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah
sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari
Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam
pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan-urusannya.
“Barang siapa yang bertakwa kepada
Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki
dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat subuh menjaga diri seorang
muslim“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam
jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian
dengan sebab apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya
dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan
wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)
Makna berada dalam jaminan Allah adalah
dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh itu semua adalah
rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan.
Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan
sanggup menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan
kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia datang, mampu merubah musuh menjadi
teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.
3. Shalat subuh sama dengan shalat
malam semalam suntukAlangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat
ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang
artinya:”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari
kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2)
Setelah itu Allah menghapus perintah
tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.
Setelah menghapuskan kewajiban shalat
malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits
berikut:”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia
seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh
secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)
Maka usahakanlah untuk tidak
menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu para ulama ada yang
memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al
Qur’an atau shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh
dengan baik. Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu
melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap
bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.
4. Shalat subuh tolok ukur keimananOrang
yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar keimanannya, ia
cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk
jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan
ataukah riya.
Rasulullah SAW bersabda: “Shalat
terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal
seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka
akan mendatanginya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)
5. Shalat subuh adalah penyelamat dari
nerakaNabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan
shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia,
bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak
akan masuk neraka dengan izin Allah SWT.
6. Shalat subuh adalah penyebab orang
masuk surgaNabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia
masuk syurga” (HR.Bukhari).
Shalat bardain adalah shalat subuh dan
ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada
waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan
tidak ada terik panas.
7. Shalat subuh akan mendatangkan
nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia“Apabila penghuni syurga telah
memasuki syurga. Allah berfirman,’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’
Mereka menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan
Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari
neraka?’ Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi
nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat
tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi
orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.”
(HR.Muslim)
8. Shalat subuh adalah suatu syahadah
khususnya bagi yang konsisten memeliharanya“Malaikat-malaikat siang bergantian
mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada
waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian
naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang
mereka – ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan
mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka
shalat’” (HR.Bukhari)
9. Shalat subuh adalah kunci
kemenangan“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau
menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)
Dikisahkan pasca meletusnya perang
Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara
tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.
Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah,
kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang
bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu
mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari
dan bunuhlah dia’”
Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu
tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
10. Shalat subuh lebih baik daripada
dunia seisinya“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan
seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah
sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada
dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)
Diambil dari sumber: Referensi Islami
Kamis, 23 Oktober 2014
TIP BELAJAR MATEMATIKA
1. Membaca materi sebelum diajarkan oleh Bpk/Ibu Guru
2. Anggap bahwa matematika itu MUDAH
3. Jika kurang faham tanyakan pada guru atau teman
4. Ulangi pemahaman materi dengan banyak mengerjakan soal
5. Yakini bahwa saya PASTI BISA
6. Untuk memudahkan buat catatan kecil (peta konsep dan rumus-rumus).
7. Kerja keras terus menerus, insyaAllah akan berhasil.
Langganan:
Postingan (Atom)

